Social Icons

 photo Facebook_32x32_zpsc7edbc74.png  photo Twitter_32x32_zps0d4c140c.png  photo Google_32x32_zps0997be86.png  photo Youtube_32x32_zps8dbc9cc2.png  photo Pinterest_32x32_zpsb78721a9.png

Friday, March 30, 2012

SHARING PENGALAMAN MEMBUAT SIM C JALUR RESMI, TIPS DAN KUMPULAN SOAL UJIAN TEORI

Yuuppp... kali ini saya mau share ttg pengalaman membuat SIM kendaraan bermotor.

Bagi setiap pengendara kendaraan bermotor baik itu roda 2, 4 atau lebih wajib memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi). Jika seseorang mengemudikan kendaraan bermotor tetapi tidak memiliki SIM maka dia akan dikenakan pasal pelanggaran lalu lintas.
Untuk pasal berapa,,saya tdk hapal...hehehe...
 
Banyak yang beranggapan dalam proses membuat SIM itu sangat ribet, memakan waktu, bahkan tidak jarang yang tidak berhasil mendapatkan SIM. Memang banyak cerita dari si calon pembuat SIM yang melakukan pengurusan SIM sendiri sering menghadapi hasil tidak lulus, baik itu Ujian Teori maupun Ujian Praktek.


Jika dinyatakan tidak lulus tersebut diharapkan untuk dapat mengulangnya di lain hari dan waktu. Kebanyakan orang pula yang berpendapat repot jika harus mengulang, tidak mempunyai waktu atau pun alasan-alasan lain yang dikemukakan. Sehingga pada saat seseorang ingin membuat SIM maka ia akan lebih memilih menggunakan calo dari pada mengurus sendiri. Tanpa menggunakan calo maka SIM tidak bisa didapatkan Bahkan teman saya sendiri pun dia menggunakan calo dalam rangka untuk mempersingkat waktu dan memilih kemudahan dalam mendapatkan SIM.

Kenapa saya ingin membuat SIM C karena saya sering di tilang sama Pak POL, hehehhe,,,,
Kadang jika lagi apes kita harus membayar/mengeluarkan uang demi tidak ditilang.
Dengan itikad diri sendiri dan harus mematuhi peraturan lalu lintas maka berangkatlah saya ke SAMSAT
Proses registrasi saya lakukan dengan sendiri, padahal sih ada juga dipikiran saya dan sudah mempersiapkan dana untuk menggunakan calo demi kepraktisan.

Jeng,,,jeng...setelah sampai di SAMSAT menurut cerita pada saat kita baru mulai memasuki gerbang saja, sudah banyak ditawari atau ada saja calo2 yang menghampiri menanyakan keperluan kita (berdasarkan cerita kawan saya), tapi ini sangat berbeda.
Entah karena apa?? rumor yang beredar sedang ada proses pengawasan dan pembersihan calo, ada yang menyebutkan karena peristiwa tragedi kecelakaan yang lebih banyak dimana pengemudinya tidak memiliki SIM, dan bahkan yang terakhir ada rumor akibat tragedi berdarah Tugu Tani sehingga untuk memiliki SIM lebih diperketat prosedurnya.

Apapun alasannya memang seharusnya pengendaran kendaraan wajib memiliki SIM, dan proses pengurusan dan pembuatan bagi calon pembuat SIM harus transparan. Dengan demikian timbul kesadaran dari diri para pengendara untuk memiliki SIM dan mentaati peraturan lalu lintas, dan kepada aparat tidak mamanfaatkan dan mengambil kesempatan yang mempersulit dan juga memberikan pelayanan yang memuaskan kepada setiap calon pemohon SIM.

Disini saya ingin berbagi pengalaman dalam proses pembuatan SIM C saja, kenapa?? karena SIM C saya benar benar melaksanakan dengan sendiri seluruh proses dari awal. Walaupun saya sudah memiliki SIM A tapi dengan cara ikut kursus mengemudi, sehingga semua proses sudah di tangani oleh pengelola kursus mengemudi dan saya langsung bisa mendapatkan SIM nya.

Tahap pembuatan SIM C adalah:
1. Berpakaian rapih dan sopan
2. Dianjurkan bawa makanan/cemilan dan minuman (Beli di tempat sangat mahal,,hadeeeuhh...)
2. Siapkan KTP asli dan potokopi KTP sebanyak 4 lembar. (potokopi ditempat Rp.2.000)
3. Siapkan alat tulis pulpen dan pensil 2B untuk mengisi formulir dan mengikuti ujian teori (beli ditempat Rp. 6.000)
4. Lakukan tes kesehatan dan lakukan pembayaran, ternyata hanya mata saja yang di tes (Rp. 20.000)
5. Lakukan pembayaran administrasi ke Bank BRI (Rp. 100.000/SIM C) sim yang lain tdk tahu
6. Lakukan pembayaran asuransi kecelakaan (Rp. 30.000) wajib/tidak saya kurang paham.
7. Pembelian Formulir Ujian SIM (Rp. 10.000) 
8. Ikut Ujian Teori SIM (ada 2 kelas ruangan)
9. Ikut Ujian Praktek (Free / Rp.10.000) ada pemohon SIM yang bayar
10. Photo
11. Selesai dan SIM diperoleh (Free / Rp 5.000) wajib/tidak saya kurang paham, tetapi oleh petugas diminta.

Total Biaya yang dikeluarkan adalah sebesar  ± Rp. 183.000,- (±3 Jam Selesai)

Tips pada saat Ujian Teori ataupun Praktek:
*Ujian teori ada 30 soal dan dinyatakan lulus jika ada pertanyaan benar sejumlah 18 keatas, dibawahnya tidak lulus dan bisa mengulang ikut ujian teori dalam waktu 14 hari sesudahnya.
Bagi yang ingin mendapatkan kisi kisi tentang ujian teori bisa anda dapatkan disini.
Jika pemohon dinyatakan lulus maka langsung menuju tempat ujian praktek.


*Ujian Praktek dilakukan disebuah lapangan dimana terdapat trek yang telah disusun sedemikian rupa yang harus dilalui oleh pemohon SIM. Nilai ujian akan dilakukan oleh polisi penguji.
Ada 6 tahap yang harus dilakukan :
1. Berjalan slalom mengikuti alur trek
2. Berjalan membentuk angka 8
3. Berjalan dengan menambah percepatan lalu bergerak untuk menghindar ke kiri/kanan
4. Berjalan dengan menambah percepatan lalu berhenti untuk mengerem mendadak
5. Berjalan memutar arah membentuk angka U dengan posisi ruang gerak yang cukup sempit tidak boleh menjatuhkan palang pembatas dan kaki tidak boleh turun atau menginjak aspal. (Pada tahap ini banyak calon pemohon SIM yang gagal dan tidak lulus ujian praktek.

Bagi calon pemohon SIM yang tidak lulus baik ujian teori atau praktek dapat kembali untuk mengikuti ujian dalam waktu 14 hari dan setelahnya.

Bagi calon pemohon yang telah menyelesaikan seluruh ujian dan dinyatakan lulus akan mendapatkan SIM nya. Dan diharapkan agar lebih bijak dalam berkendara, mentaati seluruh peraturan lalu lintas dan saling menghormati antar sesama pengguna jalan lainnya untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan demi keselamatan diri pengemudi kendaraan tersebut.

Demikian sedikit berbagi pengalaman dari tafar world mudah2an bisa bermanfaat bagi anda yang membacanya.

wassalam

No comments:

Post a Comment